![]() |
| Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti Paparan Ekspor 2025 |
Elshinta Tegal, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamenkeu) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, secara resmi memaparkan laporan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang tahun 2025. Dalam keterangannya pada Jumat (02/01) siang, Dyah Roro menyebutkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan performa ekspor yang solid di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data yang dirilis, nilai total ekspor nasional tahun 2025 mencapai US$ 234,04 miliar. Sementara itu, angka impor tercatat sebesar US$ 198,16 miliar. Dengan hasil tersebut, Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan di penghujung tahun.
Dominasi Sektor Non-Migas
Salah satu poin utama dalam paparan tersebut adalah ketergantungan yang kuat pada sektor non-migas. Dyah Roro mengungkapkan bahwa komposisi ekspor Indonesia saat ini sangat sehat karena didorong oleh produk-produk manufaktur, pertanian, dan pertambangan di luar minyak dan gas bumi.
Kontribusi Non-Migas: Mencapai 96,33% dari total ekspor.
Strategi Hilirisasi: Tingginya angka non-migas ini menunjukkan keberhasilan kebijakan hilirisasi industri yang terus digenjot pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga resiliensi ekonomi kita. Dominasi sektor non-migas yang mencapai lebih dari 96% membuktikan bahwa produk manufaktur dan komoditas unggulan Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional," ujar Dyah Roro Esti di Jakarta.
Proyeksi Tahun 2026
Meski mencatatkan angka yang positif, Kementerian Perdagangan menegaskan akan tetap waspada terhadap tantangan logistik global dan perubahan kebijakan dagang di beberapa negara mitra utama. Fokus pemerintah di tahun 2026 adalah memperluas pasar ekspor non-tradisional seperti wilayah Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin.
Kinerja positif di tahun 2025 ini diharapkan menjadi modal kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan tetap stabil di atas 5% pada tahun-tahun mendatang.***
Sumber: X/RadioElshinta
